Rabu, 18 September 2019

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

1 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Proses yang AsosiatifKerjasama1) Kerukunan Tolong Menolong dan Gotong royong2) Bargaining : Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barangdan jasa antara dua organisasi atau lebih3) Ko-optasi (Co-optation) : Proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemim-pinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sbg sa-lah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan organ-isasi ybs.4) Koalisi (coalisi) : kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempu-nyai tujuan-tujuan yg sama. umumnya bersifat koperatif.5) Join-Venture : kerhasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
2 Usaha untuk mencapai kestabilan
b. Akomodasi (Acomodation)AkomodasiKeadaanProsesAdanya suatu keseimbangan (equilibrium) dlm interaksi antar individu atau kelompok kaitannya dgn nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakatSebagai suatu usaha untuk meredakan ketegangan atau pertentanganUsaha untuk mencapai kestabilanAkomodasi : Suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga pihak lawan tdk kehilangan kepribadiannyaAdaptasi
3 Bentuk-Bentuk Akomodasi
Coercion : Prosesnya dilaksanakan karena ada paksaan.Compromise : Pihak – pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agartercapai suatu penyelesaian.Arbitration : usaha untuk mencapai compromise tudak dpt dicapai, maka perlubantuan pihak ketiga.Mediation : Sengaja diundang pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikanmasalah yg terjadi di antara pihak-pihak yang berselisih.Pihak ketiga sbg penasehat.Conciliation : Usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih gunamencapai persetujuan bersama. Konsiliasi dilakukan secara resmimelalui wakil-wakil dari pihak yang terlibat.Toleration : tanpa persetujuan yang formal, kadang-kadang tanpa rencana, atautanpa sadar Tolerant – participation.Stalemate : Pihak-pihak yg bertentangan mempunyai kekuatan yg sama, kemu-berhenti pada titik tertentu.8) Adjudication : Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
4 AsimilasiUsaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau antar kelompok dan meliputi usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak , sikap, dan proses mental dengan memper-hatikan kepentingan dan tujuan bersamaIndividuKelompokTidak membedakan dirinya dg kelompk tsb sehingga tidak dianggap orang asingMengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan dan tujuan kelompokprosesnyaProses asimilasi timbul jika ada :Kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaannya;Individu sbg warga kelompok saling bergaul secara langsung,dlm jangka waktu lama;Kebudayaan dari masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri.Faktor-faktor yg mempermudah terjadinya asimilasi :Toleransi;Kesempatan-kesempatan yg seimbang di bidang ekonomi;Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya;Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dlm masyarakat;Persamaan dalam unsur kebudayaam;Perkawinan campuran;Adanya musuh bersama dari luar.
5 2. Proses Disosiatif Oppositional processes
Penghalang terjadinya asimilasi :Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dlm masyarakat isolasi alam/sosial;Kurangnya pengetahuan ttg kebudayaan yg dihadapi.a) perasaan takut thd kekuatan kebudayaan yg dihadapi;b) menganggap bahwa kebudayaan suatu kelompok lebih tinggi dibandingkan yg lainnya;c) perasaan adanya ras lain lebih unggul;d) in-group feeling : perasaaan yg kuat bahwa individu terikat dg kelompok dan kebudaya-annya;e) adanya gangguan thd minoritas dari penguasa;f) adanya perbedaan kepentingan kemudian adanya pertentangan pribadi.2. Proses Disosiatif Oppositional processesPersaingan (Competition)Contoh bentuk persainganPersaingan ekonomiPersaingan kebudayaanPersaingan kedudukan dan perananPersaingan ras
6 b. Kontravensi (Contravention)
Pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yg berada antara persaingan dg pertentangan atau pertikaian.Tipe-tipe kontravensi :Kontravensi antar nasyarakat masyarakat setempat (community)a) kontravensi antar komunitas yang bersalinan (intracommunity struggle)b) kontravensi antara golongan-golongan dlm satu masyarakat setempat(intercommunity struggle)Antagonisme keagamaanKontravensi intelektualOposisi moralc. Pertentangan (pertikaian atau conflict)Suatu proses sosial dmn individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dg jalan menantang pihak lawan yg disertai ancaman atau/dan kekerasan.Penyebab terjadinya pertentangan a.l.:Perbedaan antar individuPerbedaan kebudayaanPerbedaan kepentinganPerubahan sosial - budaya
7 Bentuk-bentuk khusus pertentangan a.l. :
Pertentangan pribadiPertentangan rasialPertentangan antar kelas sosialPertentangan politikPertentangan yg bersifat internationalAdanya konflik di masyarakat sering dinilai negatif dan merugikan, padahal konflik merupakan bagian dari proses sosial yang wajar, dan tidak harus dihindari, karena konflik memiliki fungsi khusus yang mewarnai kehidupan individu dan kelompok dalam masyarakat. Jika konflik bersifat negatif, seperti pecahnya solidaritas sosial di masyarakat, maka konflik harus dihindari. sedangkan konflik yang bersifat positif, dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan perasaan atau solidaritas ke dalam.Konflik,memiliki fungsi sebagai berikut :1) Sebagai alat untuk memelihara solidaritas.2) membantu menciptakan aliansi dengan kelompok lain.3) Mengaktifkan peran individu yang semula terisolasi (dukungan terhadap tim olahraganya,mendorong pelajar yang tadinya pendiam, turut aktif menjadi pendukung)4) Fungsi Komunikasi. Sebelum terjadinya konflik kelompok tertentu mungkin tdk mengetahui posisilawan. Tetapi dgn adanya konflik, posisi dan batas antara kelompok menjadi lebih jelas tahusecara pasti dmn mereka berdiri dan dpt mengambil keputusan untuk bertindak lebih cepat.

Minggu, 15 September 2019

FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Ada enam jenis faktor terjadinya proses interaksi sosial. Keenam faktor tersebut adalah faktor sugesti, imajinasi, identifikasi, simpati, empati dan motivasi. Kesemuanya membentuk proses sosial yang menjadi cikal bakal kehidupan bermasyarakat yang berpedoman dengan norma dan aturan yang telah disepakati. Berikut ini penjelasan mengenai faktor pendorong interaksi sosial :
1. Sugesti
Sugesti adalah keinginan yang timbul pada seseorang untuk terpengaruh/mempengaruhi orang lain dalam kehidupan sosial. Biasanya orang yang menjadi pemberi sugesti adalah orang yang memiliki wibawa lebih tinggi dan dihormati oleh masyarakat sekitar.
Sugesti biasanya terjadi karena dorongan emosional yang tinggi. Ada juga orang yang mudah tersugesti karena kondisi emosionalnya sedang tidak stabil. Sugesti merupakan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial dengan beberapa latar belakang penyebabnya, diantaranya:
  • Otoritas, sugesti dapat terjadi apabila seseorang mengidolakan seseorang yang memiliki keahlian yang ingin dicapainya. Biasanya orang akan mengikuti bagaimana seseorang memiliki otoritas pada bidangnya itu berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mayoritas, adalah faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang dikarenakan oleh kondisi dimana mayoritas orang melakukan hal tersebut. Seseorang akan dengan mudah membuat keputusan untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh mayoritas kelompoknya.
  • Kondisi emosional, pikiran yang tidak fokus/terpecah belah akan dengan mudah disugesti/ menerima sugesti dari orang lain. Terkadang orang akan dengan mudah terpengaruh oleh orang lain.
2. Imitasi
Secara harfiah imitasi berarti tiruan atau meniru. Imitasi merupakan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial karena seseorang akan mencoba untuk meniru orang lain yang menjadi idolanya.
Imitasi berperan dalam menentukan arah seseorang berperilaku. Ketertarikan untuk mempunyai / memiliki apa yang dianggap menarik akan dia pelajari dan kemudian ia terapkan sebagai proses sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Imitasi biasanya terjadi dalam kehidupan sosial apabila melihat individu/kelompok lain lebih sukses dari dirinya.
3. Identifikasi
Identifikasi adalah faktor yang mempengaruhi interaksi sosial sebagai akibat adanya imitasi dan sugesti. Pada identifikasi, sifat ingin menjadi sama dengan orang lain akan membentuk kepribadian yang melekat pada seseorang. Seseorang akan membentuk identifikasi baik dengan sadar maupun tanpa sengaja.
Contoh identifikasi adalah anak gadis yang mengidolakan karakter boneka lucu, kemudian dia membentuk kepribadiannya seperti karakter boneka tersebut baik dari penampilan, model rambut maupun keinginan mengenai apa yang orang perlakukan terhadap boneka tersebut. Dia bangga akan dirinya yang disebut mirip boneka dan dia selalu mencoba untuk merepresentasikan karakter boneka tersebut sebagai dirinya.
4. Empati
Mungkin Anda tidak asing dengan istilah ini, empati merupakan kondisi dimana Anda merasakan perasaan orang lain untuk diri sendiri. Perasaan empati biasanya muncul ketika seseorang memiliki pandangan bahwa setiap orang harus memiliki kesamaan derajat kehidupan.
Contoh empati yang mendukung terjadinya interaksi sosial adalah ketika Anda merasa seolah-olah Anda mengalami bencana saat melihat tanyangan televisi dan Anda ingin membantu mereka karena Anda merasa akan membutuhkan hal yang sama ketika Anda di posisi mereka.
5. Simpati
Mungkinkah Anda masih bingung untuk membedakan antara empati dengan simpati? Simpati adalah perasaan rasa hormat/respek/belas kasih kepada orang lain namun tidak merasa seolah-olah menjadi orang yang mengalami hal itu. Simpati lebih bersifat umum di masyarakat dan dapat terjadi karena beberapa penyebab atau sudut pandang yang tidak beresonasi dengan Anda.
Contoh simpati adalah merasa kasihan setelah melihat kecelakaan dan menolong orang tersebut, namun dia tidak merasakan seolah-olah itu menimpanya. Setelah selesai menolongnya dia akan kembali ke aktivitas seperti biasanya.
6. Motivasi
Apa yang memotivasi Anda hari ini kuliah atau kerja? motivasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. Dengan adanya motivasi orang akan melakukan dan berjuang bersama dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuannya. Motivasi adalah bentuk dorongan yang diberikan untuk seseorang agar dia ingat kembali mengenai visi-misi yang akan dicapai.
Kesimpulannya, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial diatas merupakan dasar mengapa manusia saling berbicara, saling berhubungan dan saling mengidolakan. Itulah proses sosial yang membentuk sebuah kehidupan masyarakat yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Kamis, 12 September 2019

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

Perubahan Sosial Budaya


Manusia sebagai makhluk sosial tentu terus mengalami perubahan sosial, entah dari cara bergaul, cara berbicara dan lain-lain yang tentu wajar kita alamin.
Bukan cuman beberapa orang aja yang berubah kan, tentu semua masyarakat yang berubah, berkembang dan terus berganti. Nah itu salah satu dari bentuk dan dampak perubahan Sosial budaya.

Pengertian Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial adalah proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
Nah kan tadi udah secara umum tuh pengertian perubahan sosial. Sekarang tinggal kita tambahkan aspek kebudayaanya, sehingga terbentuk pengertian perubahan sosial budaya :
"Adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, mencakup perubahan budaya yang di dalamnya terdapat perubahan nilai-nilai dan tata cara kehidupan dari tradisional menjadi modern."

Pengertian Perubahan Sosial Budaya Menurut Para Ahli

Selain pengertian umumnya, ada pula pengertian sosial budaya menurut para ahli yang dapat menambah gagasan mengenai pengertian secara umumnya. Diantaranya :
1. Max Weber
Pengertian perubahan sosial budaya menurut pendapat Max Weber bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur di dalamnya (ditulis dalam buku Sociological Writings)
2. Kingsley Davis
Kingsley Davis mengemukakan pendapat mengenai perubahan Budaya, dimana  perubahan yang mencakup segenap cara berpikir dan bertingkah laku, yang timbul karena adanya interaksi yang bersifat komunikatif.
3. W. Kornblum
Belia berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama.
4. Selo Soemardjan
Selo Soemardjan mengemukakan pendapat mengenai perubahan sosial : adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat,di mana perubahan tersebut memengaruhi sistem sosialnya. Perubahan sosial yang dimaksud mencakup nilai-nilai dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
5. J.L Gillin dan J.P Gillin 
Ada pendapat terkenal mengenai Perubahan Sosial yang dikemukakan oleh J.L dan J.P Gillin, dimana mereka menyebutkan bahwa perubahan sosial adalah variasi dari mode atau cara-cara hidup yang telah diterima.
Baik karena perubahan kondisi geografis, dalam kebudayaan materil, komposisi penduduk atau ideologi, maupun disebabkan oleh difusi atau penemuan-penemuan baru dalam kelompok.

Proses Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

“Kenapa sih bisa terjadi perubahan sosial budaya, gimana prosesnya?” Jadi, tentu ada prosesnya dan secara umum ada 3 proses yang membawa kepada perubahan sosial budaya.
1. Akulturasi
Akulturasi merupakan proses bertemunya dua budaya atau lebih dimana unsur-unsur budaya lama masih ada.
Contoh : Sunan Kalijaga menggunakan budaya Wayang untuk mengajar keagamaan
2. Asimilasi
Asimilasi adalah proses bertemunya dua budaya atau lebih yang bercampur dan menghasilkan budaya yang baru. Tidak seperti Akulturasi yang masih ada unsur lamanya. Jadi bisa disimpulkan bahwa budaya yang lama pastinya hilang. Namun proses asimilasi ini berlangsung lama namun terus menerus.
3. Difusi
Merupakan proses penyebaran unsur budaya dari seseorang ke orang lain atau kelompok masyarat ke masyarakat lain. Prinsip yang pertama dari difusi adalah unsur-unsur kebudayaan itu pertama-tama akan diambil alih masyarakat yang paling dekat hubungannya atau letaknya paling dekat dari sumbernya.
Baru kemudian, kebudayaan baru tersebut diambil oleh masyarakat yang jauh hubungan atau letaknya jauh dari sumber unsur budaya baru.

Faktor Perubahan Sosial Budaya

Dalam perubahan sosial budaya, kita tentu mengenal 2 faktor yaitu Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat

1. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya

  • Kontak dengan kebudayaan lain.
  • Sistem pendidikan yang maju.
  • Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan kuat untuk maju.
  • Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
  • Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka.
  • Keadaan masyarakat yang majemuk.
  • Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
  • Orientasi hidup ke masa depan.
  • Senantiasa ada keinginan untuk memperbaiki tingkat kehidupan, artinya tidak mudah menyerah pada keadaan.

2. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya

  • Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat.
  • Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
  • Dalam masyarakat terdapat kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interest).
  • Adanya prasangka buruk terhadap hal-hal baru.
  • Rasa takut akan terjadi keguncangan integrasi.
  • Adanya hambatan yang bersifat ideologis.
  • Hambatan yang bersifat adat dan kebiasaan.
  • Adanya anggapan bahwa pada hakikatnya hidup ini buruk dan tidak mungkin diperbaiki.
Mungkin itu saja dulu pelajaran kita, atas kunjungananya saya ucapkan terima kasih.

Senin, 09 September 2019

Jenis-jenis Mata Pencarian di Indonesia

Macam-Macam Mata Pencaharian Penduduk Indonesia




                Mata pencaharian adalah pekerjaan yang menjadi pokok penghidupan. Mata pencaharian diartikan pula sebagai segala aktivitas manusia dalam memberdayakan potensi sumber daya alam.

A.      Mata Pencaharian Penduduk di Bidang Pertanian
Pertanian dalam arti luas meliputi bidang pertanian, perkebunan, peikanan, peternakan dan kehutanan. Pertanian merupakan bentuk mata pencaharian tertua yang dimiliki bangsa Indonesia, karena masih banyak penduduk yang mengandalkan kehidupannya melalui pertanian, Indonesia sering mendapat sebutan sebagai negara agraris.

1.       Pertanian
Bentuk-bentuk pertanian yang diusahakan penduduk Indonesia meliputi kegiatan berikut : berladang , bertegalan, bersawah

2.       Perkebunan
Perkebunan adalah usaha penanaman tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan bahan mentah. Terdapat  dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar.

3.       Perikanan
Perikanan adalah usaha pemeliharaan, pembudidayaan, dan penangkapan ikan. Perikanan dapat dibedakan menjadi dua , yaitu perikanan laut dan perikanan darat. Perikanan laut mengusahakan penagkapan ikan di pesisir pantai dan ditengah laut. Perikanan darat dapat dibedakan menjadi dua yaitu perikanan air tawar dan perikanan air payau (peikanan tambak).

4.       Peternakan
Peternakan adalah usaha pemeliharaan dan pembiakan hewan ternak. Peternakan digolongkan menjadi peternakan hewan besar,kecil, dan unggas.

5.       Kehutanan
Hutan adalah suatu lapangan pertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta lingkungannya. Contoh jenis hutan yang behasil dibudidayakan dam dimanfaatkan antara lain kayu jati , kamper, meranti, damar, bambu, rotan, pinus , kayu putih, dan lain-lain. Dan ,asih banyak lagi jenis pencaharian penduduk dibidang pertanian.

B.      Mata Pencaharian Penduduk di Bidang Non Pertanian
Adapun bidang non pertanian meliputi perdagangan , pertambangan, perindustrian, pariwisata, dan jasa.

1.       Perdagangan 
perdagangan adalah hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan. Perdagangan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu : perdagangan besar, perdagangan sedang/ menengah, dan perdagangan kecil.

2.       Pertambangan
Pertambangan adalah usaha mengambil mineral mineral yang bermanfaat yang ada di dalam bumi untuk kesejahteraan manusia. Eksplorasi adalah kegiatan penyelidikan yang dilakukan untuk mengetahui letak mineral dalam lapisan bumi, mengetahui jumlah dan mutu suatu minerak, serta memperkirakan persyaratan dalam mengambilnya. Eksploitasi adalah kegiatan penambangan bahan galian dari tempatnya dan usaha pengolahannya.
Barang barang tambang dikelompokan menjadi lima, yaitu :


a.       Bahan tambang energi migas, yaitu minyak dan gas bumi

b.      Bahan tambang energi non migas, seperti batu bara dan gambut

c.       Bahan tambang mineral logam, seperti timah putih,bauksit, nikel, tembaga, besi, dll.

d.      Batuan , seperti intan, batu gamping, kaolin, pasir kuansa, marmer, lempung, dan sebagainya.


3.       Perindustrian
Industri adalah usaha pengelolaan bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi menggunakan sarana dan peralatan. Berdasarkan besar modal, peralatan yang digunakan, dan jumlah tenaganya, indusri dapat digolongkan kedalam 4 macam, yaitu : indusri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar.

4.       Pariwisata
Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dam daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait dibidang tersebut. Manfaat pariwisata bagi pemerintah, rakyat, dan kepentingan pelestarian lingkungan :


a.       Pariwisata menambah pemasukan devisa negara dan kesejahteraan rakyat.

b.      Semakin terbuka lapangan kerja, khususnya bidang pelayanan.

c.       Semakin dikenal kebudayaan Indonesia

d.      Ikut melestarikan keseimbangan lingkungan hidup

e.      Terpeliharanya kelestarian lingkungan budaya.


5.       Jasa
Jasa adalah suatau perbuatan, keinginan, atau usaha yang dilakukan dengan baik sehingga berguna bagi orang lain. Contoh : bidang transportasi, pendidikan, kesehatan, keamanan,pengiriman barang, perawatan kecantikan, penitipan barang umum.
Transportasi adalah proses penganglutan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Komunikasi adalah proses menghubungkan atau menyampaikan berita. Jenis jenis kegiatan sektor transportasi dan komunikasi yang ada di Indonesia adalah : perhubungan darat, perhubungan air, perhubungan udara, telekomunikasi.

Jumat, 06 September 2019

LEMBAGA SOSIAL

Lembaga Sosial: Pengertian, Fungsi, Ciri, Jenis, dan Kaitannya Terhadap Bisnis


Pengertian Lembaga Sosial

Apa yang dimaksud dengan lembaga sosial? Pengertian lembaga sosial adalah kelompok sosial yang terbentuk oleh adanya nilai, kepribadian, adat istiadat, norma, dan unsur lainnya yang berkembang dalam ruang lingkup masyarakat.
Lembaga sosial ini terbentuk karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat akan keteraturan dalam menjalani kehidupan bersama. Pertumbuhan masyarakat yang semakin besar membuat kehidupan bermasyarakat menjadi semakin kompleks.
Berbagai kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya alam harus diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi chaos. Inilah yang mendasari terbentuknya lembaga sosial di masyarakat.

Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami pembahasan mengenai apa arti lembaga sosial, kita dapat melihat beberapa pendapat para ahli. Berikut adalah pengertian lembaga sosial menurut para ahli:

1. Paul Horton dan Chester L.Hunt

Menurut Paul Hourton dan Chester L. Hunt, pengertian lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

2. Peter L. Berger

Menurut Peter L. Berger pengertian lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.

3. W. Hamilton

Menurut W. Hamilton, definisi lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok masyarakat, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.

4. Robert Morrison Maclver dan C. H. Page

Menurut Robert Maclver dan C. H. Page, pengertian lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.

5. Koentjaraningrat

Menurut Koentjaraningrat, arti lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam kehidupan manusia bermasyarakat.

6. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, pengertian Lembaga sosial adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

7. Mayor Polak

Menurut Mayor Polak, pengertian lembaga sosial adalah sistem peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.

8. Leopold Von Wiese dan Becker

Menurut Leopold Von Wiese dan Becker, pengertian lembaga sosial adalah jaringan proses antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi untuk memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompoknya.

Fungsi Lembaga Sosial di Masyarakat

Fungsi Lembaga Sosial
Keberadaan lembaga sosial di masyarakat tentunya memiliki beragam fungsi dan peranan. Berikut adalah beberapa fungsinya di masyarakat:
1. Membuat dan memberikan pedoman kepada masyarakat mengenai tata cara berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok manusia.
2. Membuat dan memberikan pedoman kepada masyarakat mengenai tata cara pengendalian sosial agar perilaku masyarakat lebih terkendali.
3. Bertanggungjawab atas keutuhan dan kesatuan masyarakat. Lembaga sosial juga bertanggungjawab untuk menghimpun dan mempersatukan anggotanya agar tercipta integrasi sosial dalam masyarakat. Integrasi sosial tersebut merupakan kesepakatan antar kelompok yang berbeda di dalam masyarakat.

Jenis-Jenis Lembaga Sosial

"Jenis-Jenis
Setelah mengetahui pengertian dan juga fungsinya, maka kita juga perlu tahu apa saja jenis atau contoh lembaga yang ada di masyarakat. Berikut ini penjelasannya:

1. Lembaga Keluarga

Keluarga adalah unit sosial yang paling kecil di dalam masyarakat dan merupakan lembaga sosial pertama yang menaungi seseorang ketika mereka lahir. Dalam keluarga terdiri dari beberapa anggota keluarga dimana masing-masing anggota keluarga saling tergantung satu dengan yang lain.
Masing-masing anggota keluarga punya peran dan fungsi masing-masing, misalnya:
  • Bapak: berkewajiban memenuhi kebutuhan keluarga
  • Ibu: bekewajiban merawat keluarga
  • Anak: berkewajiban membantu orang tua
Peranan keluarga dalam masyarakat adalah sangat penting karena kepribadian seseorang akan dibentuk mulai dari keluarga.

2. Lembaga Pendidikan

Sebuah lembaga yang berperan sebagai tempat berlangsungnya pendidikan atau pembelajaran yang ditempuh seseorang yang bertujuan untuk mengubah dan mengatur tingkah lakunya menjadi individu yang lebih baik. Dalam bisnis, lembaga pendidikan berpengaruh dalam terciptanya suatu inovasi yang didasari kemampuan analisis yang baik.
Pendidikan tidak harus ditempuh dalam bangku sekolah saja, namun juga bisa berasal dari pengetahuan luar misalnya panti pelatihan yang bisa mendorong seseorang untuk berpikiran kreatif sehingga mampu menghasilkan sesuatu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

3. Lembaga Ekonomi

Merupakan lembaga yang menangani kegiatan yang berhungan dengan ekonomi untuk tujuan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Lembaga ekonomi menangani langsung kegiatan yang berkaitan dengan produksi, promosi, distribusi dan pelayanan terhadap barang atau jasa yang diperlukan masyarakat.
Lembaga ekonomi memiliki pengaruh paling besar bagi penyelenggaraan UMKM di Indonesia. Peranan lembaga ekonomi seperti perbankan, koperasi simpan pinjam maupun yang lainnya dapat dijadikan salah satu sumber pendanaan bagin bisnis UMKM masyarakat.
Bank UMK (upaya menyediakan kredit) yang tidak membutuhkan jaminan bisa menjadi salah satu solusi bagi pebisnis pemula yang memiliki keterbatasan modal seklaigus terbatas jaminan. Pekka (perempuan kepala keluarga) merupakan lembaga ekonomi non-pemerintah juga ikut andil dalam mengembangkan usaha mikro di Indonesia yang berorientasi terhadap perempuan janda di Indonesia dengan memberikan pinjaman tanpa modal dengan bunga rendah.
Tanpa adanya lembaga penyedia pendanaan di Indonesia bisa menyebabkan terbatasnya unit mikro yang didirikan. Padahal UMKM seperti ini bisa berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia.

4. Lembaga Politik

Lembaga politik diciptakan untuk menangani permasalahan administrasi, tata tertib dan aturan–aturan tertulis lainnya untuk mencapai keamanan dan ketentraman di dalam kehidupan bermasyarakat. Mengingat saat krisis moneter di tahun 1998, kerumitan sistem politik memberikan pengaruh buruk terhadap bisnis yang berkembang di masyarakat karena adanya lonjakan harga bahan baku.
Pebisnis profesional termasuk UMKM pun seharusnya mempertimbangkan kemungkinan adanya gejala politik yang berimbas terhadap pasar. Sehingga kedepannya memiliki solusi kreatif jika saja terjadi lonjakan harga bahan baku.

5. Lembaga Agama

Yang dimaksud dengan lembaga Agama adalah lembaga sosial dalam masyarakat dimana di dalamnya terdapat praktek kepercayaan suatu agama dan hal-hal yang dianggap suci. Lembaga ini dibuat bertujuan untuk mempersatukan umat beragama.
Fungsi lembaga agama diantaranya adalah:
  • Sebagai sumber kebenaran
  • Menjadi tuntunan dan pedoman hidup masyarakat
  • Mengatur tata cara bersosialisasi dengan manusian dan berhubungan dengan Tuhan
  • Dan lain sebagainya

6. Lembaga Hukum

Lembaga hukum dalam fungsinya adalah sebagai alat pengatur hubungan masyarakat, mewujudkan keadilan sosial, baik lahir maupun batin, serta sebagai alat untuk menyelesaikan sengketa dalam kehidupan masyarakat berbagai kalangan.
Selain itu, lembaga hukum memiliki peran dalam bisnis UMKM, karena segala produk yang diciptakan tidak terlepas dari hak cipta dan ijin penjualan. Bisnis yang baik adalah bisnis yang berijin resmi dan sudah tercatat sebagai badan usaha kecil. Tujuannya adalah untuk meminimalisir adanya perebutan hak cipta jikalau terjadi duplikat produk dengan kompetitor.

Lembaga Sosial dan Kaitannya Terhadap Bisnis UMKM

Suatu bisnis dalam pendekatan ekonomi adalah untuk melakukan kegiatan produksi yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Perusahaan akan berupaya untuk meningkatkan hasil produksi dengan harapan akan mendapatkan laba hasil produksi yang tinggi.
Namun di sisi lain, bisnis adalah upaya untuk menyediakan barang atau jasa untuk masyarakat yang dalam hal ini bisa dikaitkan sebagai lembaga sosial. Lembaga ini penting peranannya terhadap bisnis termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) karena sebagai wadah dalam memberikan modal materi sekaligus moril bagi suatu perusahaan atau bisnis yang sedang berkembang.
Lembaga sosial di Indonesia dibedakan menjadi Lembaga Pendidikan, Ekonomi, Hukum dan Politik yang memiliki pengaruh langsung terhadap bisnis UKM.
Beberapa lembaga sosial di Indonesia yang memiliki peran terhadap perkembangan bisnis UMKM:
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
Itulah penjelasan mengenai pengertian lembaga sosial, fungsi dan contohnya, serta beberapa lembaga sosial yang memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan bisnis UMKM masyarakat. Semoga bermanfaat.

PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PEMBENTUKAN LEMBAGA SOSIAL

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial



Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial. Interaksi sosial dapat kita lihat sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain. Sementara lembaga sosial merupakan sebuah perkumpulan masyarakat.
Lantas bagaimana lembaga sosial bisa terbentuk? Untuk itu di bawah ini akan dijelaskan pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial lengkap beserta contoh dan pembahasannya.

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Interaksi sosial dan lembaga sosial adalah dua hal yang saling berkaitan. Lembaga sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial. Sedangkan interaksi sosial juga dapat melahirkan terbentuknya lembaga sosial. Lantas apa saja pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan sosial? Apa saja contoh terbentuknya lembaga sosial karena adanya interaksi sosial?
pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial

Pengertian Interaksi Sosial

Sebelum membahas mengenai pengaruh interaksi sosial, maka kita harus paham terlebih dahulu mengenai pengertian interaksi sosial. Definisi interaksi sosial adalah  suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat.
Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan-aturan dan nilai-nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Salah satu ciri-ciri interaksi sosial adalah adanya hubungan timbal balik antar pelaku yang terlibat interaksi.

Pengertian Lembaga Sosial

Selanjutnya kita bahas terlebih dahulu definisi lembaga sosial. Apa yang dimaksud lembaga sosial? Pengertian lembaga sosial adalah salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.
Lembaga sosial juga sering disebut sebagai lembaga kemasyarakatan. Salah satu ciri-ciri lembaga sosial adalah memiliki arah tujuan yang ingin dicapai.

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Lembaga Sosial

Interaksi sosial memiliki pengaruh besar terhadap terbentuknya suatu lembaga sosial. Interaksi sosial dan lembaga sosial sangat membutuhkan dan tergantung satu sama lain. Lembaga sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial antar masyarakat dan timbulnya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sejumlah lembaga sosial untuk kelangsungan hidup masyarakat.
Adanya interaksi sosial didasarkan pada norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Interaksi sosial juga dilatar belakangi oleh berbagai alasan dan kepentingan dari manusia di suatu lingkungan masyarakat. Kegiatan interaksi sosial inilah yang nantinya akan melahirkan lembaga sosial. Adanya kebutuhan dan kepentingan masyarakat mendorong adanya interaksi yang berdampak pada terbentuknya lembaga sosial.

Contoh Terbentuknya Lembaga Sosial Akibat Adanya Interaksi Sosial

Terdapat beberapa contoh pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial. Contoh terbentuknya lembaga sosial ini bisa kita lihat di sekitar kita, di lingkungan pada kehidupan sehari-hari. Lembaga sosial yang terbentuk karena adanya interaksi sosial mencakup banyak bidang, misalnya seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan atau pun lembaga hukum. Berikut merupakan beberapa contoh pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial.

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial. Interaksi sosial dapat kita lihat sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain. Sementara lembaga sosial merupakan sebuah perkumpulan masyarakat.
Lantas bagaimana lembaga sosial bisa terbentuk? Untuk itu di bawah ini akan dijelaskan pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial lengkap beserta contoh dan pembahasannya.

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Pembentukan Lembaga Sosial

Interaksi sosial dan lembaga sosial adalah dua hal yang saling berkaitan. Lembaga sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial. Sedangkan interaksi sosial juga dapat melahirkan terbentuknya lembaga sosial. Lantas apa saja pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan sosial? Apa saja contoh terbentuknya lembaga sosial karena adanya interaksi sosial?
pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial

Pengertian Interaksi Sosial

Sebelum membahas mengenai pengaruh interaksi sosial, maka kita harus paham terlebih dahulu mengenai pengertian interaksi sosial. Definisi interaksi sosial adalah  suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat.
Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan-aturan dan nilai-nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik. Salah satu ciri-ciri interaksi sosial adalah adanya hubungan timbal balik antar pelaku yang terlibat interaksi.

Pengertian Lembaga Sosial

Selanjutnya kita bahas terlebih dahulu definisi lembaga sosial. Apa yang dimaksud lembaga sosial? Pengertian lembaga sosial adalah salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.
Lembaga sosial juga sering disebut sebagai lembaga kemasyarakatan. Salah satu ciri-ciri lembaga sosial adalah memiliki arah tujuan yang ingin dicapai.

Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Lembaga Sosial

Interaksi sosial memiliki pengaruh besar terhadap terbentuknya suatu lembaga sosial. Interaksi sosial dan lembaga sosial sangat membutuhkan dan tergantung satu sama lain. Lembaga sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial antar masyarakat dan timbulnya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sejumlah lembaga sosial untuk kelangsungan hidup masyarakat.
Adanya interaksi sosial didasarkan pada norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Interaksi sosial juga dilatarbelakangi oleh berbagai alasan dan kepentingan dari manusia di suatu lingkungan masyarakat. Kegiatan interaksi sosial inilah yang nantinya akan melahirkan lembaga sosial. Adanya kebutuhan dan kepentingan masyarakat mendorong adanya interaksi yang berdampak pada terbentuknya lembaga sosial.

Contoh Terbentuknya Lembaga Sosial Akibat Adanya Interaksi Sosial

Terdapat beberapa contoh pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial. Contoh terbentuknya lembaga sosial ini bisa kita lihat di sekitar kita, di lingkungan pada kehidupan sehari-hari. Lembaga sosial yang terbentuk karena adanya interaksi sosial mencakup banyak bidang, misalnya seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan atau pun lembaga hukum. Berikut merupakan beberapa contoh pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial.
1. Lembaga Perkawinan atau Keluarga
Lembaga sosial paling dasar yang terbentuk adalah lembaga perkawinan atau lembaga tingkat keluarga. Terbentuknya lembaga ini bertujuan untuk mempersatukan dua manusia berbeda jenis kelamin untuk membentuk suatu keluarga baru. Lembaga perkawinan ini diawali dari interaksi laki-laki dan perempuan hingga membentuk lembaga keluarga.
2. Lembaga Pendidikan
Lembaga sosial berikutnya adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan terbentuk karena adanya individu yang memiliki kebutuhan akan pengetahuan dan ketrampilan. Pengetahuan bisa didapatkan jika adanya interaksi sosial antara guru dan murid. Guru bertugas untuk menyalurkan ilmu sedangkan murid menyerap dan mendapat pengetahuan dari proses belajar mengajar. Hal ini yang mendorong terbentuknya lembaga pendidikan berupa sekolah, tempat belajar, kursus dan lain-lain.
3. Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi bisa terbentuk karena adanya interaksi sosial. Tiap individu tentu ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan pakaian. Untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan interaksi sosial antara penjual yang menjual dagangannya serta pembeli yang membeli kebutuhannya. Oleh itu terbentuk beberapa lembaga ekonomi seperti pasar, PT, firma dan koperasi.
4. Lembaga Agama
Selain yang disebutkan di atas, interaksi social juga bisa menyebabkan terbentuknya lembaga agama. Hal ini didorong kebutuhan menjalin persaudaraan dan menambah ilmu agama membutuhkan interaksi antar masyarakat seagama sehingga mendorong terbentuknya lembaga agama seperti majelis agama, organisasi keagamaan atau kelompok mengaji.
5. Lembaga Hukum
Lembaga hukum juga terbentuk karena adanya interaksi sosial. Dalam masyarakat tentu terdapat pelanggaran nilai dan norma serta penyimpangan sosial yang lain. Pelaku pelanggaran tersebut harus berinteraksi dengan hakim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Maka kemudian terbentuklah lembaga hukum seperti pengadilan dan kantor hukum.
6. Lembaga Kesehatan
Manusia tentu membutuhkan kesehatan. Sakit bisa kapan saja menyerang. Jika terserang penyakit, manusia harus berobat ke dokter. Dibutuhkan interaksi sosial antara dokter dan pasien yang sakit. Untuk itu dibentuklah lembaga kesehatan dan medis seperti rumah sakit, apotek, klinik atau puskesmas. Adanya lembaga kesehatan tersebut penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat.
Demikianlah info pengetahuan mengenai pengertian interaksi sosial, pengertian lembaga sosial, pengaruh interaksi sosial terhadap pembentukan lembaga sosial serta contoh dan penjelasan lengkapnya. Sekian info kali ini, semoga bisa menambah pengetahuan.

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial 1   Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Proses yang Asosiatif Kerjasama 1) Kerukunan Tolong Menolong dan Goton...