Rabu, 18 September 2019

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

1 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Proses yang AsosiatifKerjasama1) Kerukunan Tolong Menolong dan Gotong royong2) Bargaining : Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barangdan jasa antara dua organisasi atau lebih3) Ko-optasi (Co-optation) : Proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemim-pinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sbg sa-lah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan organ-isasi ybs.4) Koalisi (coalisi) : kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempu-nyai tujuan-tujuan yg sama. umumnya bersifat koperatif.5) Join-Venture : kerhasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.
2 Usaha untuk mencapai kestabilan
b. Akomodasi (Acomodation)AkomodasiKeadaanProsesAdanya suatu keseimbangan (equilibrium) dlm interaksi antar individu atau kelompok kaitannya dgn nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakatSebagai suatu usaha untuk meredakan ketegangan atau pertentanganUsaha untuk mencapai kestabilanAkomodasi : Suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga pihak lawan tdk kehilangan kepribadiannyaAdaptasi
3 Bentuk-Bentuk Akomodasi
Coercion : Prosesnya dilaksanakan karena ada paksaan.Compromise : Pihak – pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agartercapai suatu penyelesaian.Arbitration : usaha untuk mencapai compromise tudak dpt dicapai, maka perlubantuan pihak ketiga.Mediation : Sengaja diundang pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikanmasalah yg terjadi di antara pihak-pihak yang berselisih.Pihak ketiga sbg penasehat.Conciliation : Usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih gunamencapai persetujuan bersama. Konsiliasi dilakukan secara resmimelalui wakil-wakil dari pihak yang terlibat.Toleration : tanpa persetujuan yang formal, kadang-kadang tanpa rencana, atautanpa sadar Tolerant – participation.Stalemate : Pihak-pihak yg bertentangan mempunyai kekuatan yg sama, kemu-berhenti pada titik tertentu.8) Adjudication : Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
4 AsimilasiUsaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau antar kelompok dan meliputi usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak , sikap, dan proses mental dengan memper-hatikan kepentingan dan tujuan bersamaIndividuKelompokTidak membedakan dirinya dg kelompk tsb sehingga tidak dianggap orang asingMengidentifikasikan dirinya dengan kepentingan dan tujuan kelompokprosesnyaProses asimilasi timbul jika ada :Kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaannya;Individu sbg warga kelompok saling bergaul secara langsung,dlm jangka waktu lama;Kebudayaan dari masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri.Faktor-faktor yg mempermudah terjadinya asimilasi :Toleransi;Kesempatan-kesempatan yg seimbang di bidang ekonomi;Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya;Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dlm masyarakat;Persamaan dalam unsur kebudayaam;Perkawinan campuran;Adanya musuh bersama dari luar.
5 2. Proses Disosiatif Oppositional processes
Penghalang terjadinya asimilasi :Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dlm masyarakat isolasi alam/sosial;Kurangnya pengetahuan ttg kebudayaan yg dihadapi.a) perasaan takut thd kekuatan kebudayaan yg dihadapi;b) menganggap bahwa kebudayaan suatu kelompok lebih tinggi dibandingkan yg lainnya;c) perasaan adanya ras lain lebih unggul;d) in-group feeling : perasaaan yg kuat bahwa individu terikat dg kelompok dan kebudaya-annya;e) adanya gangguan thd minoritas dari penguasa;f) adanya perbedaan kepentingan kemudian adanya pertentangan pribadi.2. Proses Disosiatif Oppositional processesPersaingan (Competition)Contoh bentuk persainganPersaingan ekonomiPersaingan kebudayaanPersaingan kedudukan dan perananPersaingan ras
6 b. Kontravensi (Contravention)
Pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yg berada antara persaingan dg pertentangan atau pertikaian.Tipe-tipe kontravensi :Kontravensi antar nasyarakat masyarakat setempat (community)a) kontravensi antar komunitas yang bersalinan (intracommunity struggle)b) kontravensi antara golongan-golongan dlm satu masyarakat setempat(intercommunity struggle)Antagonisme keagamaanKontravensi intelektualOposisi moralc. Pertentangan (pertikaian atau conflict)Suatu proses sosial dmn individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dg jalan menantang pihak lawan yg disertai ancaman atau/dan kekerasan.Penyebab terjadinya pertentangan a.l.:Perbedaan antar individuPerbedaan kebudayaanPerbedaan kepentinganPerubahan sosial - budaya
7 Bentuk-bentuk khusus pertentangan a.l. :
Pertentangan pribadiPertentangan rasialPertentangan antar kelas sosialPertentangan politikPertentangan yg bersifat internationalAdanya konflik di masyarakat sering dinilai negatif dan merugikan, padahal konflik merupakan bagian dari proses sosial yang wajar, dan tidak harus dihindari, karena konflik memiliki fungsi khusus yang mewarnai kehidupan individu dan kelompok dalam masyarakat. Jika konflik bersifat negatif, seperti pecahnya solidaritas sosial di masyarakat, maka konflik harus dihindari. sedangkan konflik yang bersifat positif, dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan perasaan atau solidaritas ke dalam.Konflik,memiliki fungsi sebagai berikut :1) Sebagai alat untuk memelihara solidaritas.2) membantu menciptakan aliansi dengan kelompok lain.3) Mengaktifkan peran individu yang semula terisolasi (dukungan terhadap tim olahraganya,mendorong pelajar yang tadinya pendiam, turut aktif menjadi pendukung)4) Fungsi Komunikasi. Sebelum terjadinya konflik kelompok tertentu mungkin tdk mengetahui posisilawan. Tetapi dgn adanya konflik, posisi dan batas antara kelompok menjadi lebih jelas tahusecara pasti dmn mereka berdiri dan dpt mengambil keputusan untuk bertindak lebih cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial 1   Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Proses yang Asosiatif Kerjasama 1) Kerukunan Tolong Menolong dan Goton...